Thanks to status menganggur gw dan kebiasaan gw cari gratisan internet membawa gw pagi itu ke FIB UI dan secara kebetulan gw melihat spanduk bertuliskan “Selamat Datang kepada Sri Sultan Hamengkubuwono X” dan ternyata hari itu ada Orasi ilmiah tentang budaya yang akan dibawakan oleh Sri Sultan.
Sejak Sri Sultan muncul di Kick Andy (ga tau kapan.. taun lalu kali ya?? lupa..), gw langsung merasa Man.. Orang ini dibesarkan memang untuk menjadi seorang Raja, untuk jadi seorang pemimpin.. Pas ngelihat Sri Sultan di FIB juga gw merasakan hal yang sama lagi.. ni orang punya wibawa dan pantes jadi Raja..
Nah kemaren itu, orasi ilmiah yang dibawakan adalah “Menciptakan Etos Publik dengan Keberagaman Budaya” (or things like that.. gw lupa.. hehhee..). Di sana Sri Sultan menjelaskan kalau keberagaman budaya kita itu hendaknya jadi kekuatan bukan kelemahan. Juga jangan selalu menuntut yang Bhineka supaya menjadi Eka tapi juga hendaknya yang Eka itu mengakomodir ke-Bhineka-an yang ada. Sri Sultan juga mengajak supaya bangsa ini menerapkan semangat Sumpah Pemuda.
Lalu adapula obrolan tentang negarawan yang sangat dibutuhkan oleh bangsa ini yang harus mempunya 3 sifat utama. Kalao ga salah sih yang selalu mengutamakan 1) Keselamatan manusia 2) Sikap ksatria 3) Keselamatan alam. Trus beliau juga membicarakan tentang pendekatan yang salah dalam membangun bangsa ini. Selama ini pembangunan dilakukan melalui pendekatan ekonomi, makanya yang terjadi sekarang ini adalah semua hal selalu diasosiasikan dengan uang. Apapun dinilai dengan uang. Dan pada akhirnya apapun jadi dapat dibeli dengan uang.
Beliau berpendapat bahwa pendekatan yang tepat dalam melakukan pembangunan adalah melalui pendekatan budaya, dimana dengan pendekatan ini kita akan memaintain moral, kemanusiaan, dll (gw lupa-lupa inget). Lalu beliau juga mengeluarkan kritikan tentang kebijakan pertahanan keamanan kita yang cenderung bersifat kontinental padahal sudah jelas kalau negara kita ini adalah negara maritim.
Well, sayangnya gw kehabisan makalahnya.. maklum sih gw masuknya secara ilegal, ngaku-ngaku jadi mahasiswa.. Beberapa jam yang menyenangkan untuk dihabiskan bersama sang raja jawa..
Mei 14, 2008 at 3:47 pm
dirimu berdomisili di depok tho mbak????gw stuj bgt tuh sama dirimu…auranya sri sultan emang gmanaaaa gitu…orangnya humble n down to earth pula.lam kenal…..
Mei 15, 2008 at 9:46 am
hahaha…. ngaku-ngaku mahasiswa lagi…
gw juga masih sering ngaku mahasiswa… mana-mana gw bawa aja KTM… biar dapat diskon kalau mo ngedaftar sesuatu…
Wah, pengen nonton juga… Indonesia memang butuh pemimpin mampu menghargai budaya asli Indonesia, karena masyarakat Indonesia masih erat dengan kebudayaan leluhur…
eh, dengar-dengar status DIY mau dicabut… gimana status Sri Sultan sebagai pemimpin daerah Jogja di masa yang akan datang??
Mei 15, 2008 at 12:34 pm
ya itu masih polemik ndra, belum pasti juga, warga jogja masih banyak yang ingin sultan jadi gubernur, tapi let see saja