Kesalahanku melewatkanmu…
Hingga kau kini dengan yang lain…
Maafkan aku…

Aku berhenti berharap ~~
Haaah.. I should know better
Seharusnya gw belajar dari pengalaman
berhenti berharap
berhenti berekspektasi
semua itu hanya membuat kecewa

Sepertu kata Sheila on 7

aku tak percaya lagi
atas apa yang kau beri
aku terhempas di sini
tersudut menunggu mati

….

aku berhenti berharap
dan menunggu datang gelap
sampai nanti suatu saat

….

aku pulang ~~~ (Pengeeeeeen bangeeeeet!!!!)

 

Dang! Japanese are stingy!!!!!

Shit! I know that money is not everything..
but stil..
damn it! Fu**! aS$@!&^()(^)&%

Setelah sekian lama gw berada di Jepang (2 bulan tepatnya) baru kali ini gw mengalami culture shock. Jadi ceritanya pas weekend kemaren gw dan 2 orang temen gw pergi ke Kyoto dalam rangka berlibur (I know,, kuliah aja baru mulai dengan tugas yang juga mulai banyak sebenernya itu bukanlah keputusan yang bijak.) Namun dengan berbagai pertimbangan yang mana salah satunya adalah kapan lagi bisa menikmati suasana autumn di Kyoto maka gw memutuskan untuk ikut serta dalam perjalanan itu,

Rencananya kami akan berangkat Jumat pagi (yang mana gw bilang pagi adalah pagi-pagi sekali yaitu jam 4.15 pagi dari apato). Dari apato kami menuju eki (stasiun kereta) untuk naik shinkansen (yup kereta yang katanya super cepat itu) menuju ke Kyoto. Pada pelaksanaannya, yang dilandasi oleh budaya ngaret yang ternyata sangat kental di kalangan bangsa Asia Tenggara (FYI temen gw itu asalnya dari salah satu negara di Asia Tenggara) maka keberangkatan kami tertunda sampai 20-an menit. Padahal si pemimpin rombongan sudah mengkalkulasi waktu sedemikian rupa sehingga kami bisa naik Shinkansen pertama. Apa daya karena keterlambatan itu akhirnya kami terpaksa harus naik shinkansen berikutnya yang membuat kami akhirnya tidak bisa mampir dulu ke penginapan untuk menaruh barang. Hal yang kemudian kami sesali sepanjang perjalanan.

Shinkansen tampak luar

Shinkansen tampak luar

Di dalam Shinkansen

Di dalam Shinkansen

 

 

 

 

 

 

 

read the rest

Walaupun tiket gw belum juga ada di tangan.. tapi kayaknya hari kepergian gw dari negara tercinta ini sudah hampir bisa dikatakan pasti. Hari ini gw sudah terima email yang menginformasikan tentang hal-hal yang harus gw lakukan begitu gw sampai sana.

By the way, gw udah dapat apartemennya.. it costs me 26,990 yen/month.

Lalu begitu gw nyampai sana, akan ada tutor yang mendampingi gw.

We have a tutor system in which each new comer will have a tutor who is also a graduate student and helps you set up a new life in Japan. Your tutor will welcome you at the airport limousine bus stop, the Kashiwa Crest Hotel on your arrival day.

Huhuhu… jadi tak sabar menunggu hari-H..

Halaman Berikutnya »