As usual.. kerjaan banyak tapi tetep aja cuma maen2 kerjaannya..
Nemu video ini di youtube.. sumpah keren banget..
kocak tapi sekaligus mengena
agak offensive tapi keren ajah.. hehehe

video credit to cokbun@youtube

anyway.. kalau ada yang tau atawa kenal sama pembuat video ini alias si cokbun.. atau si cokbunnya sendiri yang entah bagaimana caranya bisa nyasar ke blog gw… gw pengen kenalan!!!! hehehe

Oke gw tahu udah lama gw ga update blog dan sekalinya update malah update hal ga penting.. here’s another “narsis” song.. It called “You Say Aku..” (You say I..).. It sang by Cinta Laura. Here’s the video :

And here’s the lyrics :

You say aku seperti Barbie
You look so pretty menarik hati
You say aku layaknya peri
Tebarkan cinta di atas bumi

 

Baby please.. please..
Don’t play on me
Baby please.. please..
Love me, love me

Beibeh beibeh my beibeh
You drive me crazy

Beibeh beibeh my beibeh
My heart is beating honey

Beibeh beibeh my beibeh
Oh please say love me

Beibeh beibeh my beibeh
Beibeh..mmuuuaaacchh

You say aku seperti puteri
Yang kau cari selama ini

Beibeh beibeh my beibeh
You drive me crazy

Beibeh beibeh my beibeh
Beibeh..mmuuuaaacchh

Halo.. Yes!!

O-tanjoubi wa omedeto gozaimas…

Ga terasa Indonesia sudah menginjak umur 63 tahun aja. Kalau manusia sudah masuk dalam kategori kakek-kakek. Tapi kalau untuk umur sebuah bangsa gw rasa 63 tahun adalah umur yang masih sangat muda.

Untuk ulang tahun ke-63 Indonesia ini gw (sama seperti tahun-tahun sebelumnya) tidak bisa memberikan sesuatu sebagai hadiah. Tapi untunglah ga semua anak bangsa seperti gw yang ga mampu memberikan apa-apa. Anak-anak bangsa yang sedang berjuang di Olimpiade beijing berlomba-lomba untuk memberikan hadiah terbaik mereka untuk ulang tahun ibu pertiwi tercinta ini.

Dari cabang bulu tangkis alias badminton, ganda putra kita yang katanya nomor satu dunia akhirnya berlaku seperti layaknya nomor satu dengan membawa pulang emas sebagai kado ulang tahun Indonesia.

Pasangan Ganda Putra Penyumbang Emas

Pasangan Ganda Putra Penyumbang Emas

Ganda campuran kita yang juga katanya nomor satu dunia punya kesempatan untuk membawa emas juga namun sayang harus menerima kekalahan dari Korea (Lee Yong Dae yang ganteng itu.. but please understand me, kalau gw bilang ganteng itu adalah standar ganteng gw yaitu kegantengan ala Asia Timur). Tapi walaupun perak yang di dapat kita juga musti bersyukur dan menghargai kerja keras para atlit itu.

Selain dua medali di atas, dari cabang bulu tangkis kita juga mendapat tambahan perunggu oleh Maria Kristin. Gila sumpah ya ni cewek keren abisss… Maria melawan Lu Lan yang mana dia peringkat dua dunia menurut ranking BWF, sementara Maria sendiri ranking 21 dunia. Omo, omo, this girl is definitely rocks!!! Skor pertandingannya adalah 1-21, 21-13 and 21-15 untuk Maria Kristin.

Sayangnya, sukses Maria Kristin ini tidak dapat diikuti oleh seniornya di ganda campuran (Vita Marissa/Fandi Limpele). Mereka harus menyerah dari pasangan China dan harus puas melihat perunggu diboyong oleh China.

Dari hasil medali yang disumbangkan oleh Badminton, peringkat Indonesia di Olimpiade Beijing sekarang adalah 33, di atas semua negara Asia tenggara untuk saat ini (Soalnya setahu gw sudah habis atlet yang bertanding).

Yah, sekali lagi selamat untuk Indonesia atas 63 tahun kemerdekaannya dan selamat atas para atlet yang telah berjuang untuk mengharumkan bangsa.

Akhirnya nambah lagi medali yang kita peroleh. Masih perunggu lagi dan masih dari angkat beban putra. Yatta.. ternyata orang Indonesia kuat2.. hehehe.. Medali ini dipersembahkan oleh lifter Indonesia yang bernama Triyatno untuk kelas 62 Kg.

Detailnya seperti ini (but please do not ask me apa artinya karena as I said before gw sama sekali ga tahu menahu tentang oleh raga yang bernama angkat besi/beban ini):

Pada angkatan snatch, Triyatno berhasil mengangkat angkatan 135 kilogram, sementara di angkatan clean and jerk dia mengangkat 163 kilogram. Sementara lifter China Zhang Xiangxiang yang merebut medali emas mampu mencatat angkatan total 319 kilogram. Posisi kedua peraih medali perunggu diraih lifter Kolumbia Diego Salazar dengan trotal angkatan 305 kilogram.

Sekali lagi selamat kepada Triyatno dan Indonesia.. hehehehe.. Ayo maju terus Indonesia dan raih sebanyak mungkin medali..

Sayangnya sukses lifter putra ini tidak dapat diikuti oleh lifter putri (cieh.. kaya reporter aja gw ceritanya). Lifter putri andalam Indonesia Lisa Rumbewas tidak dapat membawa pulang mendali seperti yang diprediksikan sebelumnya. Lisa meraih posisi keempat dan emas diraih oleh atlet Thailand. Meskipun tidak dapat menyumbangkan medali bagi Indonesia, menurut gw perjuangan Lisa patut kita hargai. Gw yakin lisa sudah berusaha semaksimal mungkin (sok bijak nih gw.. hehehe..).

Masih di angkat beban, ada satu lagi atlit putra Indonesia, Eddi Kurniawan, yang akan bertanding di kelas 69 kg. Namun katanya peluang merebut medali di kelas ini sangat kecil karena lawan yang berat. Di kelas 77 kg juga masih ada yang akan bertanding, Sandow W. Nasutian. Kita doakan saja supaya atlit2 ini dapat melakukan yang terbaik dan bisa menyumbangkan medali untuk bangsa ini.

Untuk cabang lain, gw ga bisa menemukan berita yang cukup signifikan tentang Indonesia, kecuali di bulu tangkis yang mana atlit “andalan” kita Taufik Hidayat kalah dari atlit Malaysia yang ga punya nama (setidaknya gw ga kenal). Untungnya “kebodohan” Taufik ini tidak diikuti oleh Sony dan Maria Kristin (man.. I love this girl. She just rocks!!). Maria Kristin Yuliati lolos ke babak 16 besar usai menundukkan wakil Spanyol, Yoana Martinez. Pada babak selanjutnya, Maria akan menghadapi atlet Denmark, Tine Rasmussen.

Let’s pray for Indonesia. Sudah saatnya kita dikenal bukan karena kemiskinannya, kebodohannya, korupsinya, dan segala yang jelek-jelek lainnya. Ini saatnya menunjukkan pada dunia kalau kita juga bisa berprestasi.

Hidup Indonesia! Jaya Negeriku!

Akhirnya setelah posting yang berhubungan dengan Korea melulu, gw memutuskan untuk menutup postingan hari ini dengan mengucapkan selamat bagi kontingen Indonesia yang telah meraih medali pertamanya pada hari Minggu kemaren di olimpiade Beijing 2008.

Meski bukan emas (perunggu), tapi perjuangan sang atlit patut diacungi jempol. Medali itu dipersembahkan oleh Lifter Eko Yuli Irawan asal lampung yang ternyata jauh lebih muda dari gw (lahir tahun 89 boo..) dengan total angkatan 288 kg dari Snatch (130 kg) dan Clean and Jerk (158). Please, please jangan tanyakan ke gw artinya apa karena gw sendiri ga tau. Gw cuma mengutip beritanya dari sini.

Terus menurut The Official Website of the Beijing 2008 Olympic Games Indonesia punya kesempatan meraih emas untuk angkat beban wanita 53 kg. Dan tentu saja di cabang bulu tangkis yang sangat kita andalkan itu. Cheer for Indonesia!!!

Cai yo Indonesia! Ganbatte Indonesia! Hwaiting Indonesia! Berjuang Indonesia!!! Ayo Indonesia Kita Bisa!!!

Impian gw adalah membuat Indonesia menjadi tempat yang lebih baik. Dimana orang bisa mendapatkan akses seluas-luasnya terhadap pendidikan, kebebasan untuk berkreasi, dilindungi haknya untuk hidup dan merasa aman, dll. Gw juga bermimpi bahwa bangsa ini memiliki budaya yang tinggi. Saling menghormati hak orang lain, menghargai karya orang lain, menjunjung tinggi kemanusiaan. Impian gw itu benar-benar seperti buku PPKn (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan) SD.

Gw tahu dan sadar kalau impian ini adalah impian gila yang emang mungkin sangat amat sulit sekali untuk dicapai. Tapi walaupun lo mau bilang gw gila, gw sekarang sedang berusaha melangkah untuk mencapai impian itu. Untuk mewujudkan impian gw itu, gw sudah membuat rencana-rencana selama 10 tahun ke depan (some plans are still in rough sketch). Dan gw memang benar-benar berkomitmen akan mendedikasikan seluruh waktu, tenaga, pikiran, dan hidup gw buat bangsa ini. Berusaha mencegah pembusukan yang menuju ke arah kehancuran ini (kata Pram).  

Namun, seperti layaknya yang terjadi dalam kehidupan, kadang-kadang gw pernah juga merasa ragu. Apakah benar bangsa ini layak untuk diselamatkan? Apakah bangsa ini layak mendapatkan pengabdian tulus dari gw? Gw sering berfikir bahwa bangsa ini sudah tak bisa diselamatkan lagi karena orang-orangnya sudah busuk luar dan dalam, sudah tak mungkin mengubah ranting busuk menjadi ranting baik. Pikiran ini sering datang terutama ketika gw mengalami hal-hal tidak menyenangkan saat berinteraksi dengan orang Indonesia (seperti yang terjadi pada tulisan sebelum ini).  

Gw bahkan sempat berfikir untuk menyelamatkan bangsa ini yang harus dilakukan adalah menyingkirkan ranting-ranting busuk dimana ini artinya menyingkirkan hampir semua rakyat Indonesia, baru kemudian bisa membuat pohon menjadi sehat kembali. Bahkan menurut gw kalau memang benar-benar ingin menyelamatkan bangsa ini hancurkan dulu kota yang bernama Jakarta sampai luluh lantak, karena semua kebusukan awalnya dari sini. Kalau Jakarta hancur bangsa akan langsung tak punya apa-apa. Dan bagusnya semua akan mulai dari awal, dari nol seperti yang terjadi pada Jepang ketika Hiroshima dan Nagasaki di bom oleh Amerika. Yang akan bisa selamat adalah orang-orang yang memiliki daya juang tinggi dan orang-orang seperti itu adalah orang-orang yang nantinya akan membuat bangsa ini jadi besar.  Well at least it’s my hypothesis. 

Gw pernah ngobrol dengan temen gw mengenai hipotesis ini dan kata dia, it’s not that simple. Jepang setelah dihancurkan bisa bangkit dan jadi sebesar sekarang karena etos kerja keras itu telah tertanam jauh dalam diri mereka. Sementara bangsa ini? Bangsa yang isinya Cuma keburukan dan kebusukan. Mana ada semangat juang dalam diri bangsa ini? Mana ada kreatifitas dan keinginan berproduksi? Kalau Jakarta hancur, yang ada adalah bangsa ini akan diinvasi oleh bangsa lain dan bukan tidak mungkin malah akan punah.  

Point itu benar-benar mengena, dilihat dari segi manapun bangsa ini tak akan cukup kuat untuk bangkit kembali. Karena memang bangsa ini dididik untuk jadi seperti sekarang, menjadi ranting-ranting busuk. Dan setelah gw pikir-pikir kalau mau menyelamatkan bangsa ini harus menciptakan budaya baru yang lebih baik, tepat seperti yang dikatakan oleh Pram.